Menu
Kontak

Form Masuk

Saya bukan robot

Form Daftar

Saya bukan robot
Pencarian
Property
Property Jual Property Sewa?

Cara Mengumpulkan DP Rumah Paling Efektif buat Anda yang Bergaji Rp10 Juta

27 April 2021 / Oleh : Admin Kat : Tips Properti / 0 Komentar

Ketika Anda ingin membeli rumah, ada dua hal yang harus dipertimbangkan, yakni membeli rumah secara tunai atau membeli rumah secara kredit. Jika pilihan Anda adalah membeli rumah secara kredit, tentu yang harus dipikirkan selanjutnya adalah mempersiapkan down payment atau DP rumah.

Ada beberapa cara untuk mempersiapkan DP rumah ini, salah satunya adalah menabung. Soal berapa besaran uang yang ditabung dan jangka waktunya tentu berbeda-beda untuk besaran gaji yang berbeda pula. Nah, untuk kali ini, kami ingin berbagi tips menabung yang efektif untuk mengumpulkan DP rumah, khusus untuk Anda yang bergaji Rp10 juta. 

Sebelum beranjak membahas tipsnya, perlu diketahui bahwa sejak tahun 2018, Bank Indonesia (BI) mengeluarkan aturan soal beli rumah tanpa uang muka atau DP. Sebagai informasi, aturan ini merupakan bagian kebijakan BI dalam melonggarkan ketentuan loan to value (LTV) dan financing to value (FTV). 

Implementasinya, kini dapat dengan mudah Anda temukan developer-developer perumahan yang menawarkan unit rumah tanpa perlu membayar DP alias DP 0. Pastinya, ini jadi kebijakan yang populer bagi siapapun yang ingin memiliki rumah. Sebab, tanpa perlu menyiapkan DP, siapapun dapat membeli rumah dengan cara mengajukan kredit pemilikan rumah (KPR) ke bank.

Tetapi, sejatinya mengkredit rumah tanpa DP ada kekurangannya. Yang amat jelas dirasakan adalah besaran cicilan yang lebih tinggi ketimbang besaran cicilan yang diberikan bank apabila Anda membayarkan DP terlebih dahulu. Selain itu, tenor cicilan juga cenderung lebih panjang apabila Anda memilih skema KPR tanpa DP. 

Kekurangan-kekurangan itu membuat skema KPR dengan DP masih jadi pilihan banyak orang. Sebab, dengan membayarkan DP, pokok utang Anda tidak sama dengan harga rumah, melainkan sudah dikurangi dengan DP-nya. Alhasil, cicilan KPR dan tenor atau lamanya mencicil akan lebih singkat. 

Kalau Anda sudah memutuskan untuk mengajukan KPR dengan pembayaran DP terlebih dahulu, simak tips lengkapnya berikut ini.

Cara efektif menabung DP rumah buat yang bergaji Rp10 juta

Seperti disebutkan di atas, beda besaran gaji atau pendapatannya, maka beda pula waktu yang dibutuhkan untuk mengumpulkan DP. Namun, bukan itu saja patokannya. Porsi gaji yang ditabung dan berapa harga rumah yang ingin dibeli juga mempengaruhi lama waktunya.  

Artinya, bagi Anda yang bergaji Rp10 juta dan siap menyisihkan lebih banyak tabungan untuk DP tiap bulan, Anda tentu akan lebih cepat mengumpulkan DP. Sebaliknya, apabila harga rumah yang Anda incar terbilang mahal, tentu waktu yang dibutuhkan untuk menabung DP akan lebih lama.  

Lalu, bagaimana solusinya? Jawabannya adalah Anda harus menabung secara efektif. Simak langkah-langkah yang akan kami sampaikan di artikel ini.

Tapi, ada beberapa catatan yang harus diperhatikan dan dipenuhi terlebih dahulu. Pastikan Anda sedang tidak memiliki utang apapun, baik utang pinjaman online, utang kartu kredit, utang KTA, dan utang-utang lainnya. 

Yang kedua, pastikan pos dana darurat Anda sudah terisi dan tercukupi. Menurut banyak penasihat keuangan, besaran ideal dana darurat adalah tiga bulan pengeluaran bulanan bagi yang masih lajang, enam bulan pengeluaran bulanan buat yang sudah hidup dengan pasangan, dan sembilan sampai dua belas kali bagi yang sudah memiliki buah hati.  Dana darurat ini berfungsi untuk keadaan darurat seperti sakit, kecelakaan, maupun kehilangan pekerjaan. 

Ketiga, sebagai proteksi untuk tujuan keuangan Anda, dalam hal ini adalah membeli rumah, maka pastikan Anda memiliki jaminan kesehatan seperti BPJS Kesehatan atau asuransi kesehatan swasta. Sebab, sakit bisa menimpa siapa saja dan bukan tidak mungkin menguras tabungan maupun dana darurat yang dimiliki apabila sakit yang diderita membutuhkan pengobatan dan perawatan dengan biaya tidak sedikit. 

1. Hitung berapa besaran DP rumah yang ingin dikumpulkan

Setiap bank yang memiliki fasilitas KPR memberikan aturan besaran DP yang berbeda-beda. Sebagai contoh, jika bank mensyaratkan DP 10 persen, maka apabila rumah yang Anda incar berharga Rp500 juta, maka besar DP yang harus disiapkan adalah Rp50 juta. 

Artinya, pinjaman KPR yang diberikan bank adalah Rp500 juta dikurangi Rp50 juta, yaitu Rp450 juta. Dengan pinjaman sebesar itu, maka yang terjadi bisa dua hal, cicilan bulanan yang besar atau tenor cicilan yang panjang, hingga mencapai 25 tahun.

Dengan DP Rp 50 juta, kamu sama aja menerima pinjaman KPR Rp 450 juta. Konsekuensinya adalah cicilan KPR menjadi besar atau tenor pinjaman yang lama hingga 25 tahun.

Dengan dasar pemahaman tersebut, Anda harus menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

  • Berapa besar dana yang akan disisihkan untuk tabungan DP rumah?

Pada umumnya, 10% hingga 20% gaji bulanan adalah porsi ideal untuk disisihkan ke dalam tabungan DP rumah. Maka, jika gaji Anda Rp10 juta, maka Anda harus menyisihkan Rp1 juta hingga Rp2 juta per bulan. 

Apabila DP yang ingin dikumpulkan adalah Rp50 juta, maka waktu menabung yang dibutuhkan apabila tiap bulan menyisihkan Rp1 sampai Rp2 juta, adalah 50 bulan atau 25 bulan. 

  • Berapa lama target Anda sampai DP rumah ini terkumpul?

Anda pasti sepakat, waktu 50 bulan atau 25 bulan tersebut di atas terbilang amat lama. Jadi, apabila ingin lebih cepat mencapai target jumlah DP yang ingin dicapai, Anda perlu menyisihkan lebih banyak. Misalnya saja, Anda bisa menyisihkan 30% sampai 40% dari gaji bulanan. 

  • Simpan tabungan DP di tempat aman, mudah dicairkan dan memberikan bunga

Menginvestasikan tabungan untuk DP rumah dalam bentuk saham amat tidak disarankan. Pasalnya, fluktuasi saham terlalu tinggi dan risiko mengalami kerugian amat besar. Hindari juga menyimpannya dalam bentuk surat utang atau obligasi, karena instrumen tersebut ada jatuh temponya sehingga tidak bisa dicairkan saat dibutuhkan.

Alternatif terbaiknya adalah menyimpan tabungan DP rumah di tabungan rencana yang jatuh temponya hanya setahun, atau tabungan digital yang memberikan bunga lebih dari tabungan bank konvensional. Anda juga bisa menabungnya dalam bentuk deposito dengan tenor singkat. 

2. Berhemat 

Menambah porsi tabungan bulanan agar target besaran DP cepat terkumpul tentunya menuntut pengorbanan di pengeluaran-pengeluaran lainnya. Penghematan di pengeluaran yang sifatnya bukan kebutuhan dan tidak mendesak tentunya tidak akan merusak pemenuhan kebutuhan pokok bulanan. 

Misalnya saja, kurangi frekuensi atau stop dulu belanja barang-barang yang sifatnya keinginan semata. Selain itu, Anda juga bisa berhenti langganan berbagai fasilitas hiburan seperti langganan tv berbayar, nonton, hangout, atau wisata yang mengeluarkan banyak biaya.

3. Kurangi porsi investasi untuk dana pensiun

Berinvestasi secara rutin untuk mengumpulkan dana pensiun itu amat baik. Kami tidak menganjurkan Anda untuk menghentikan kebiasaan baik ini. 

Namun, berhubung Anda sedang menabung DP untuk rumah dan ingin mempersingkat waktu agar cepat terkumpul, maka ada baiknya mengurangi porsi investasi untuk hari tua ini. 

Jangan khawatir, setelah uang muka untuk KPR terkumpul, Anda bisa kembali berinvestasi dengan skema yang baru tentunya, mempertimbangkan bahwa ketika DP sudah terkumpul dan terbayar, perjuangan Anda belum usai. Atur sedemikian rupa persentase untuk investasi dana pensiun ini karena Anda akan punya beban baru, yakni cicilan bulanan KPR. 

4. Dapat THR atau bonus, masukan sebagian ke pos tabungan DP rumah

Anggaplah tunjangan hari raya (THR) sebagai peluang untuk memperbesar tabungan DP rumah. Jangan habiskan seluruhnya untuk kebutuhan hari raya. 

Sisihkan sebagian dan masukkan ke tabungan DP rumah. Semakin besar porsinya, tentu semakin singkat pula waktu yang Anda butuhkan untuk mengumpulkan target DP. 

Demikian pula kalau Anda memperoleh bonus tahunan. Menyisihkan 30% sampai 40% dari THR dan bonus tentu akan sangat membantu.

5. Lakoni pekerjaan maupun usaha sampingan

Jadilah kreatif, lihat peluang yang mungkin dapat Anda ambil untuk menambah pemasukan. Mengambil pekerjaan freelance atau memulai usaha sampingan tentu akan bisa membantu Anda mengumpulkan uang muka untuk rumah. 

Pada prinsipnya, tidak ada keberhasilan tanpa usaha keras. Seperti kata pepatah, berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, dengan berhemat, bekerja keras dan konsisten, maka DP rumah yang ingin dicapai pasti terkumpul sesuai target. 

Sumber: Lamudi, 2020.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *